Pada tanggal 16 Desember 2011 di kelasku terjadi kompetisi perebutan makanan. Kompetisi ini membuat penghuni kelas harus rela menjadi predator agar dapat bertahan hidup. Makanan yang direbutkan adalah beberapa mangkuk rujak manis. Beberapa mangkuk rujak tersebut telah mampu membuat kami menjadi barbar karena tidak kebagian rujak sama dengan hancurnya masa depan. Aku sebagai seorang yang kalem bahkan harus mengeluarkan seluruh jiwa raga dan bersimpuh darah untuk mendapatkan secolekan benda berharga ini. Menurutku peristiwa kemarin lebih spektakuler dibandingkan peristiwa 10 November, karena banyak jatuh korban jiwa dan menjadi nista. Yang menang akan mendapatkan kejayaan dan yang kalah akan mendapatkan cercaan. Beruntung sekali bagi pemenang yang mendapatkan banyak jatah rujak manis karena akan diingat hingga akhir zaman. Sungguh tragis nasib kelas kami.........................
Ini adalah kejadian menegangkan dalam peristiwa tersebut..................
Foto diatas adalah penggambaran sebenarnya dari "Memakan atau Dimakan". Memang dalam persaingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Yang kalah salah satunya adalah saya, dalam pertarungan habis-habisan tersebut aku hanya kebagian dua kerupuk untuk mengganjal perut. Usaha untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak selalu gagal, karena kecepatan, kekuatan dan ketepatan yang aku miliki kalah dengan yang lainnya. "Emak malangnya nasib anakmu ini" ( menangis di bawah pohon ).
Aku bertekad untuk melatih seluruh kemampuanku agar tidak terkalahkan dalam persaingan rantai makanan seperti ini lagi. Latihan yang aku buat mulai dari push up (melatih otot), shit up (melatih keseimbangan), Marathon (melatih kecepatan), Nyalon (mengasah kegantengan). "Awas kalian, nantikan kehebatanku dalam 10 tahun lagi" Huahahahahahahaha.




0 komentar:
Posting Komentar