RSS

Sweet aspiration #Hanyacoretanbiasa

Semua orang sewaktu anak-anak pasti mempunyai cita-cita yang mereka anggap sangat menyenangkan. Bahkan banyak dari anak-anak tersebut yang memiliki cita-cita tetapi mereka tidak tahu apakah hal tersebut baik atau buruk di masa depan. Mereka hanya memegang cinta-cinta itu, sehingga semua yang anak-anak rasakan selalu indah. Oleh karena itu aku sebut dengan SWEET ASPIRATION. Aku dahulu kala bercita-cita akan menjadi seorang dokter. Menurut pikiran awamku dulu bahwa menjadi seorang dokter sangatlah mulia sekali karena bertugas menyembuhkan orang yang sakit. Banyak teman-temanku yang mempunyai cita-cita yang aneh-aneh bahkan bisa terlihat agak muluk-muluk. Ada yang ingin menjadi polisi, astrounot, pilot, presiden hingga menjadi kasir. Aku sangat setuju dengan anggapan bahwa semua orang harus mempunyai cita-cita, karena sebuah cita-cita akan membantu kita menentukan target dan arah dalam hidup ini. Mungkin apabila kita tidak mempunyai cita-cita, maka hidup akan terasa datar-datar saja. Aku jadi teringat kata-kata bertenaga penuh makna dari Ali bin Abi Thalib yang menyatakan bahwa "Kehormatan seseorang tergantung pada derajat cita-citanya. Cita-cita yang luhur menumbuhkan obsesi yang tinggi, obsesi yang tinggi menumbuhkan kesuksesan yang besar".  Kita memang hidup harus mempunyai obsesi yang sangat besar sekali tetapi kita juga harus berhati-hati karena obsesi dapat menjadi sebuah ambisi yang dapat merusak kehidupan dengan menghalalkan segala cara. 


Hampir semua anak-anak di seluruh yang bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Memang bahwa dokter menjadi cita-cita mayoritas orang Indonesia. Mereka menganggap bahwa dokter adalah lahan uang dan pasti akan kaya karena memang dahulu seorang dokter mempunyai penghasilan menengah keatas. Dokter pasti akan selalu dibutuhkan di Indonesia karena tidak akan warga yang sehat seumur hidupnya. Kita lihat saja tempat praktek seorang dokter pasti sangat ramai. Aku juga dahulu berpikiran seperti masyarakat pada umumnya karena terkena doktrin-doktrin yang ada pada masyarakat. Berbeda zaman dulu, berbeda juga zaman sekarang. Di zaman ini tidak semua calon dokter mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan. Banyak sekali orang yang bertitel dokter menjadi seorang pengangguran bahkan mereka bekerja tidak sesuai gelar yang didapatkan. Kita pasti tidak aneh melihat dokter yang akhirnya berwirausaha. Jumlah lulusan yang banyak tetapi lapangan pekerjaan telah penuh menyebabkan banyak dokter pengangguran. Hampir semua universitas di Indonesia pasti mempunya fakultas kedokteran. Aku merasa kasihan apabila ada seorang dokter mengganggur, karena pengorbanan mereka sudah sangat besar. Kita pasti tahi bahwa harga bersekolah di Kedokteran sangatlah mahal dan lama sekali. Hanya-hanya orang-orang pilihan yang bisa mencicipi bangku kuliah fakultas kedokteran karena persaingan sangatlah ketat.


Berangkat dari pikiranku bahwa menjadi dokter belum tentu memperoleh kesuksesan, dan mungkin hanya calon dokter yang ayahnya pemilik sebuah rumah sakit bisa menjadi sukses. Akupun mencoba merangkai sebuah cita-cita baru yang InsyaALLAH akan ku perjuangkan. Cita-cita ku adalah menjadi ahli Pertambangan dan Perminyakan termuda. Bukan rahasia umum yang mengatakn bahwa orang yang bekerja di bidang tambang akan memperoleh kekayaan. Kita tidak perlu munafik, bahwa selama ini kita sekolah tinggi-tinggi agar mendapatkan pekerjaan yang mapan dan akhirnya memperoleh kekayaan. Memang uang bukan segalanya tetapi segalanya pasti butuh uang. Kebahagian pasti akan datang apabila kita mempunyai kehidupan yang mapan karena tidak ada yang gratis di dunia. Dunia memanglah sangat kejam, siapa yang kuat pasti akan menang. Apabila ada orang yang menyatakan apabila menjadi seorang dokter lebih mulia daripada menjadi seorang pengusaha sukses, aku tidak begitu setuju. Karena kita juga bisa mendapatkan kemuliaan apabila menjadi seorang yang kaya raya. Uang dapat membantu jalannya dakwah, membantu kebutuhan masyarakat miskin, dll. Abu bakar dan Utsman bin Affan pun membantu jalannya dakwah Nabi Muhammad dengan harta kekayaan mereka. Kekayaan memang bisa menjadi kebaikan apabila kita menjaganya tetap di jalan lurus. Aku sangat berharap menjadi orang kaya yang bisa membantu jalannya dakwah islam di bumi pertiwi. Beribadahlah seolah-olah kamu mati besok, dan berkerjalah seakan kamu hidup selamanya. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: