Setelah menunggu sangat lama akhirnya SIM A dan SIM C kepunyaanku akhirnya selesai. Rasanya sangat lega sekali seperti apabila kamu kebelet untuk BAB trus tidak ada WC disekitarmu dan akhirnya rasa sakit di perut semakin tidak tertahan tetapi ada seseorang penolong yang membantu kamu dengan mengajakmu untuk BAB di rumahnya. RASANYA PASTI LEGA BANGET...........
Sebelum hidupku tidak dianugerahi SIM tersebut, rasanya sangatlah tidak nyaman karena aku seperti musuh dari Negara Indonesia dan dicari-cari oleh polisi untuk ditangkap hidup ataupun mati. Aku yang setiap harinya pergi ke sekolah dengan menaiki sepeda montor merasa nista karena belum bisa menaati hukum di negara ini. Ketakutan terbesarku apabila kena tilang (rasanya tidak berkelas) oleh pihak berwajib. Bayangkan, aku yang sangat ganteng, sangat imut, dan sangat perfect tega-teganya ditilang polisi. Hal ini dapat menghancurakan reputasiku yang telah dibangun miliaran tahun. Aku juga dapat kehilangan 1% dari kegantengan dan keimutanku, karena stress memikirkan tilangan.
Revolusipun terjadi karena tepat tanggal 14 Desember 2011 SIM A dan SIM C ku akhirnya telah muncul menampakkan kekuatan dan keperkasaanya dihadapanku. Kedua barang ini sangat aku jaga dan simpan, karena benda-benda tersebut menyimpan kekuatan yang Maha dahsyat dan merupakan jimat para terpendam leluhur. Dengan memiliki benda-benda ini aku merasakan kebal dari segala hukum, penyakit,peluru,ditolak wanita. Hanya orang-orang yang beruntung yang dapat memiliki benda-benda sesakti ini dan aku merupakan salah satunya. Maha Besar kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan benda semacam ini. SIM A dan SIM C membuat aku seperti hidup kembali...................
Dengan SIM A dan SIM C ditangan aku bertekad di dalam dada untuk membuat perhitungan kepada seluruh kepolisian di Indonesia, terlebih kepada polisi yang mencoba menilangku. Huahahahahahaha (tertawa jahat), rasakanlah dendamku................ Aku yang biasanya menaiki montor dengan kecepatan yang sangat pelan bahkan kura-kura hamilpun dapat finish terlebih dahulu ketika balapan dengan sepedaku, menjadi seorang pembalap sejati yang tidak terkejar oleh siapapun. Aku mulai berani mencoba kecepatan diatas 100, karena aku ingin menantang polisi-polisi untuk mengejarku. Aku yang dulu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjadi orang yang suka menerobos lampu lalu lintas. Saat ini aku juga tidak memakai perlengkapan apapun dalam menaiki sepeda montor seperti helm dan jaket. Keberanianku saat ini telah membuatku menjadi sasaran polisi lalu lintas, dan ketika mereka mencoba menilang, aku hanya tersenyum sinis kemudian aku keluarkan benda sakti mandraguna tersebut, hingga akhirnya polisi-polisi dengan muka geram barcampur nanas, pepaya, mangga dan bengkoang merelakan target mreka lolos.
Ini adalah penampakan benda Sakti mandraguna tersebut :
Foto diatas adalah foto anak manusia dan bukan foto monyet terlebih lagi babi. Ingat..................
Ok. sekian dulu dariku, karena aku akan berangkat untuk merusak tatanan lalu lintas Indonesia dan membalas dendam kepada pihak-pihat tertentu. SEE YOU.........


0 komentar:
Posting Komentar