RSS

Pusing akibat keracunan menggambar #Hanyacoretanbiasa

Aku adalah orang yang sangat payah dalam hal menggambar, mungkin kepayahan ku ini bisa masuk ke dalam worlds record. Dari dulu untuk soal menggambar aku tidak mempunyai perubahan yang signifikan. Pada masa kelas 1 SD aku hanya berbakat dalam menggambar 2 gunung kembar yang tak berbentuk. Di kelas 2 SD aku bisa menggambar 2 gunung kembar dengan bentuk yang sempurna ( jangan ngeres ya...) dan ditambah aksesoris matahari ditengah-tengahnya. Di kelas 3 SD ada perkembangan yang lumayan hebat di gambaranku, karena aku telah berhasil menambahkan jalan menuju gunung ( mungkin di kelas 3 SD ini aku baru kenal jalan ). Perkembangan pun semakin berlanjut karena di kelas 4 SD terdapat sawah pada gambaranku (tepuk tangan), mungkin aku terinspirasi terhadap Pak Tani dan Bu Tani karena tanpa nya lah aku tidak bisa gendut (terharu). Di kelas 5 SD akupun menambahkan orang-orang di gambaran tersebut (bentuknya tuh-kepala lingkaran dan diberi garis horizontal kebawah untuk membentuk badan). Dan di kelas 6 SD aku dapat juga membuat kerbau yang terlihat cacat pada kaki dan kepala nya. 

Pada masa SMP perkembangan gambaranku pun tidak bisa dibilang baik dan mungkin dapat dikatakan aku dapat dikalahkan oleh anak SD dalam hal  menggambar (tragis).

Pada suatu hari yang sangat panas, hujan turun dengan derasnya, gempa terjadi dimana-mana, tanah longsor, dan banjir bandang. Di hari tersebut aku mendapatkan suatu cobaan yang sangat berat dari seseorang untuk menggambar prespektif bangunan dan harus dikumpulkan karena akan menjadi tugas akhir semester. Aku bagaikan tersambar petir, terhempas angin, dan terhanyut pusaran air. Aku meratap sambil melihat ke jendela. Mama....... kenapa dunia ini sangat kejam, aku tidak tahan Mama, aku pingin pulang. Hiks...hiks...hiks. Orang sepertiku yang hanya bisa menggambar dua gunung sekarang harus membuat gambar prespektif yang naudzubillah susahnya. Tugas ini terlalu berat bagiku bagaikan tugas yang diberikan Bandung Bondowoso untuk membangun 1000 candi dalam semalam demi menikahi Roro Jonggrang.

Dengan semangat 1945 yang telah membara di dalam hatiku, aku ikrarkan bahwa AKU HARUS BISA. Akhirnya aku mencoba menggambar di kertas linen, goresan pertama aku hanya garuk-garuk kepala, goresan kedua aku mulai batuk-batuk, goresan ketiga aku kejang-kejang, dan di goresan terakhir aku harus dibawa ke rumah sakit. Naas. Setelah siuman akupun mencoba untuk menggambar dan Alhamdullilah selesai. Terima kasih Tuhan dan para leluhur.

Inilah penampakan gambaranku   :

.
ini adalah sebuah rumah dan bukan kandang ayam ataupun warung remang-remang.

Inilah gambar teman-teman ku yang sudah dewa-dewa......



Apabila anda melihat hasilnya pastilah anda akan merasa sedih melihat gambaranku yang tragis ini. Menyesal...............

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: